<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0"><channel><atom:link rel="hub" href="http://tumblr.superfeedr.com/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"/><description>Tantok katarsis..sekedar pemikiran..numpang lewat..</description><title>Sicut Cogitavi</title><generator>Tumblr (3.0; @tantok92)</generator><link>http://tantok92.tumblr.com/</link><item><title>politicalarts:

Artwork by Dickinson showing the face of oil...</title><description>&lt;img src="http://25.media.tumblr.com/tumblr_m6zwzpINNq1rqk172o1_400.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://politicalarts.tumblr.com/post/26981941208/artwork-by-dickinson-showing-the-face-of-oil" class="tumblr_blog"&gt;politicalarts&lt;/a&gt;:&lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Artwork by Dickinson showing the face of oil imperialism&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/27116633128</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/27116633128</guid><pubDate>Fri, 13 Jul 2012 06:21:57 -0400</pubDate></item><item><title>politicalarts:

Artwork by Dickinson showing the face of oil...</title><description>&lt;img src="http://25.media.tumblr.com/tumblr_m6zwzpINNq1rqk172o1_400.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://politicalarts.tumblr.com/post/26981941208/artwork-by-dickinson-showing-the-face-of-oil" class="tumblr_blog"&gt;politicalarts&lt;/a&gt;:&lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Artwork by Dickinson showing the face of oil imperialism&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/27116632485</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/27116632485</guid><pubDate>Fri, 13 Jul 2012 06:21:56 -0400</pubDate></item><item><title>politicalarts:

Artwork by @JammiArt showing how corporations...</title><description>&lt;img src="http://25.media.tumblr.com/tumblr_m6he0llNiR1rqk172o1_400.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://politicalarts.tumblr.com/post/26271617342/artwork-by-jammiart-showing-how-corporations-want" class="tumblr_blog"&gt;politicalarts&lt;/a&gt;:&lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Artwork by @JammiArt showing how corporations want mindless, uncritical, workers&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/26581848555</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/26581848555</guid><pubDate>Thu, 05 Jul 2012 17:32:26 -0400</pubDate></item><item><title>Maccabi Ahi Nazareth</title><description>&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Maccabi_Ahi_Nazareth_F.C."&gt;Maccabi Ahi Nazareth&lt;/a&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/24970850643</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/24970850643</guid><pubDate>Tue, 12 Jun 2012 15:55:32 -0400</pubDate></item><item><title>Maccabi Ahi Nazareth</title><description>&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Maccabi_Ahi_Nazareth_F.C."&gt;Maccabi Ahi Nazareth&lt;/a&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/24970844246</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/24970844246</guid><pubDate>Tue, 12 Jun 2012 15:55:26 -0400</pubDate></item><item><title>Work of mourning..di rmh „„mb @yanita…turut...</title><description>&lt;img src="http://25.media.tumblr.com/tumblr_m2pkxkmy0L1r6ika1o1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;Work of mourning..di rmh „„mb @yanita…turut berbelasungkawa mb… (&lt;a href="http://lightbox.com/cMr9Xmh"&gt;Photo&lt;/a&gt; by &lt;a href="http://tantok92.lightbox.com/"&gt;tantok92&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/21366797703</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/21366797703</guid><pubDate>Thu, 19 Apr 2012 00:10:32 -0400</pubDate><category>lightbox</category></item><item><title>Naya dan opera nina bobo’ george bizet. (Photo by...</title><description>&lt;img src="http://25.media.tumblr.com/tumblr_m2o0rgvX9J1r6ika1o1_250.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;Naya dan opera nina bobo’ george bizet. (&lt;a href="http://lightbox.com/lxQw2UF"&gt;Photo&lt;/a&gt; by &lt;a href="http://tantok92.lightbox.com/"&gt;tantok92&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/21316748442</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/21316748442</guid><pubDate>Wed, 18 Apr 2012 03:57:16 -0400</pubDate><category>lightbox</category></item><item><title>Lembutnya Sejarah Bedak : Ia berguna sebagai pengusir roh-roh jahat hingga mempercantik paras perempuan di berbagai belahan bumi.</title><description>&lt;div class="details"&gt;
&lt;p&gt;BAGI perempuan  karier seperti Ira Surjaman, berusia 33 tahun, bedak bukan hanya untuk  kecantikan tapi juga kesehatan. “Karena bedak bisa melindungi kulit dari  debu dan sinar matahari,” ujar karyawati swasta yang berkantor di  bilangan Jalan Sudirman, Jakarta, kepada &lt;em&gt;MHO&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bedak menjadi bagian tak terpisahkan  dari kehidupan orang-orang di berbagai bangsa selama berabad-abad.  Awalnya, orang menggunakan bedak bukan untuk tujuan keindahan tapi lebih  karena alasan spiritual. Membalur tubuh dengan bedak dianggap bisa  menjauhkan diri dari roh-roh halus. Orang-orang Timur Jauh  menggunakannya khusus untuk acara pernikahan atau pertemuan lainnya.  Baru setelah Ratu Cleopatra menggunakannya sebagai lapisan dasar  kosmetik, fungsi estetis bedak lebih menonjol.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Cleopatra sangat peduli dengan  penampilan. Selain ahli parfum, dia punya perhatian besar terhadap  bedak. Dia menggunakan beragam bahan, beberapa di antaranya sangat  eksotis. Mungkin yang “terhebat” adalah kotoran buaya, yang dia buat  menjadi bubuk halus.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bangsa Mesir umumnya membuat bedak dari  campuran kapur dan tanah liat. Namun dalam jumlah yang lebih sedikit,  mereka menambahkan timah putih. Penggunaan timah putih juga umum di  Dunia Timur maupun Barat kuno. Penggalian arkeologis situs Mesir Kuno,  Lembah Sungai Indus, makam Yunani, serta makam Dinasti Chin dan Han di  China, membuktikannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebelum Mesir, orang-orang Sumeria menggunakan bunga &lt;em&gt;ochre&lt;/em&gt; kuning untuk bedak wajah. Mereka menamai bedak itu “golden clay” atau  “face bloom”. Orang-orang Mesopotamia lalu meneruskan kebiasaan  leluhurnya ini dengan sedikit modifikasi. Mereka menggunakan &lt;em&gt;ochre&lt;/em&gt; merah atau daun pacar (&lt;em&gt;henna&lt;/em&gt;). “Bangsa Mesir kurang liberal dengan bedak mereka,” tulis Robert James Forbes, ahli kimia-&lt;em&gt;cum&lt;/em&gt;-sejarawan sains asal Belanda, dalam &lt;em&gt;Studies in Ancient Technology, Vol. 8.&lt;/em&gt;, “meski gambar-gambar yang ada menunjukkan bahwa perempuan kuno Mesir sangat paham bagaimana menggunakan kain pemoles bedak.”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berbeda dari bangsa Mesir, orang-orang  Timur Jauh (China, Jepang, dan sekitarnya) umumnya menggunakan bahan  tepung beras. Setelah itu, artis zaman Dinasti Tang memakai bedak yang  terbuat dari mutiara sebelum naik panggung untuk melindungi dan  mempercantik kulit. Kaisar Dowager dari Dinasti Ching lalu mengikutinya  jauh setelah itu. Bangsa Yunani dan Romawi, kemudian dilanjutkan Eropa,  membuat bedak dari gandum. Meski penggunaan bedak mulai meluas, ia masih  terbatas di kalangan orang kaya atau bangsawan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penggunaan bedak menentukan status  sosial. Warna kulit, dalam banyak budaya, menjadi pembeda strata  masyarakat. Orang Mesir –dan banyak bangsa lainnya–  sangat menghormati  mereka yang berkulit putih. Dalam anggapan mereka, perempuan putih  berarti tak keluar rumah untuk bekerja di bawah terik matahari yang  menyengat. “Di Asia, kulit putih dijadikan tanda kebangsawanan, anggota  golongan elit, dan warna putih merupakan simbol murni kecantikan diri  dan keningratan,” tulis&lt;em&gt; &lt;a href="http://www.luxemag.org/face/history-face-powder.html"&gt;LUXemag&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;, majalah gaya hidup&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penggunaan beras sebagai bahan pembuatan  bedak sempat membuat persediaan beras menurun pada abad ke-15. Namun  itu tak menghalangi orang-orang kaya untuk berdandan. Bahkan seabad  kemudian, beras dan terigu menjadi inti dari mode dan gaya hidup di  Prancis, Spanyol, dan Inggris. Para perempuan ningrat menaburkan banyak  bedak ke wajah, tangan, dan bahu untuk menyembunyikan cacat di kulit  atau membuatnya terlihat lebih muda dan segar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Campur-tangan penguasa membuat pamor  bedak meredup pada akhir abad ke-18. Penguasa Prancis, lalu diikuti  negara Eropa lainnya, melarang pembuatan bedak untuk menghemat terigu  atau beras –yang didapatkan dari perdagangan dengan dunia Timur. Ratu  Victoria juga sempat melarangnya karena menganggapnya vulgar. Kala itu  bedak juga merupakan aksesori utama para pelacur. Bedak mulai meraih  popularitasnya kembali di awal abad ke-20.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bedak dengan wujud seperti sekarang diciptakan di Prancis. Bahan dasarnya &lt;em&gt;talk &lt;/em&gt;tanpa  campuran timah yang bisa mengiritasi kulit. Hampir bersamaan, dan ini  menarik, Anthony Overton meluncurkan bedak pertama untuk orang  Afro-Amerika dengan merek High Brown Brand –kala itu orang kulit putih  masih melarang orang kulit hitam menggunakan bedak. Pada 1923,  perusahaan Inggris Laughton &amp;amp; Sons menciptakan wadah bedak kompak  yang nyaman, lengkap dengan sponsnya. Jeda beberapa saat, penata gaya  legendaris Hollywood Max Factor meluncurkan bedak dasar yang bisa  digunakan setiap hari, Pan Cake. Lalu, Helena Rubinstein membuat bedak  murah pada awal 1940-an dengan merek yang menggunakan namanya.Bedak  dengan fungsi lebih spesifik juga bermunculan. Perusahaan Johnson &amp;amp;  Johnson (J&amp;amp;J), yang awalnya tak sengaja terjun di segmen ini,  mengembangkan dan meraih keuntungan dari bedak bayi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Konsumsi bedak terus meningkat. Di  Amerika Serikat, menurut sejarawan Gary Dean Best, sebagaimana ditulis  Brian Greenberg dan Linda S Watt dalam &lt;em&gt;Social History of the United States, Vol. 1,&lt;/em&gt; pada akhir 1920-an saja perempuan Amerika tiap tahunnya menggunakan  4.000 ton bedak. Itu belum termasuk produk kosmetik lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kini, bedak menjadi bagian tak  terpisahkan dari hampir setiap orang, terutama perempuan. Di dalam  ataupun di luar rumah, dengan santai atau terburu-buru, perempuan  membedaki wajah menjadi pemandangan yang familiar. &lt;strong&gt;[MF MUKTHI]&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://historia.co.id/artikel/0/566-lembutnya-sejarah-bedak"&gt;http://historia.co.id/artikel/0/566-lembutnya-sejarah-bedak&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/18063262609</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/18063262609</guid><pubDate>Wed, 22 Feb 2012 03:37:56 -0500</pubDate></item><item><title>Tradisi Pengetahuan yang Digerus Zaman: Pranata mangsa ikut menyumbang keagungan kerajaan-kerajaan besar di Jawa.</title><description>&lt;p&gt;MASHADI, petani asal Desa Pandansari,  Brebes, Jawa Tengah, pusing dan gelisah. Dia mengeluhkan perubahan iklim  dan gejala-gejala cuaca ekstrem yang membuatnya kesulitan menentukan  waktu menanam bibit. Sejak dulu dia mempraktikkan pranata mangsa, ajaran  orangtua dalam hal bercocok-tanam yang tak sebangun dengan penanggalan  Masehi. “Tapi sekarang, susah juga ditebak, kapan musim hujan datang,”  ujar Mashadi.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Mashadi hanya contoh kecil dari banyak  petani tradisional yang nasibnya kian sulit akibat perubahan iklim.  Perhitungan berdasar pranata mangsa kerap meleset.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Sebelumnya, eksistensi pengetahuan  tradisional ini juga terpinggirkan oleh kemajuan teknologi pertanian.  Rekayasa genetika yang mampu melahirkan bibit-bibit jenis baru, beragam  pupuk, serta peralatan modern membuat sistem pranata mangsa seperti tak  punya masa depan. Hitung-hitungannya melulu soal produktivitas.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Pranata mangsa dalam bahasa Indonesia  berarti “pengaturan musim”. Sistem penanggalan ini dipercaya telah ada  sebelum kedatangan orang Hindu ke Nusantara, dan ikut menyumbang bagi  khazanah keagungan kerajaan-kerajaan besar di Jawa. Ia kemudian menjadi  pengetahuan turun-temurun yang dimiliki petani Jawa. Hal ini coba  diperingati kembali dalam buku &lt;em&gt;Pranata Mangsa&lt;/em&gt;, yang termasuk dalam &lt;em&gt;Seri Lawasan&lt;/em&gt;. Sebelumnya dalam seri ini telah diterbitkan &lt;em&gt;Phit Onthel&lt;/em&gt; serta &lt;em&gt;Uang Kuno&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dalam sistem pranata mangsa, penanggalan  musim didasarkan pada tahun surya yang panjangnya 365 hari. Menurut N.  Daldjoeni, sebagaimana dikutip Sindhunata dalam buku ini, dalam pranata  mangsa terdapat pertalian mengagumkan antara aspek kosmografi dan  bioklimatologi yang mendasari kehidupan masyarakat tani. Perhitungannya  tak kalah rumit dengan penanggalan Mesir kuno, China, Maya, dan Burma.  Sistem penanggalan ini kemudian dibakukan oleh Sri Susuhunan Paku Buwana  ke-VII di Surakarta pada 22 Juni 1856.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Pranata mangsa membagi periode setahun dalam 12 mangsa, yaitu &lt;em&gt;kasa&lt;/em&gt;,&lt;em&gt; karo&lt;/em&gt;,&lt;em&gt; katelu&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;kapat&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;kalima&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;kanem&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;kapitu&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;kawolu&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;kasanga&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;kasapuluh&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;dhesta&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;saddha&lt;/em&gt;.  Panduan dari tiap mangsa adalah bintang, yang masing-masing menandai  awal dan akhir suatu mangsa. Karena itu, pengetahuan dan pengamatan rasi  bintang secara konsisten merupakan perilaku yang inheren dalam  kehidupan para petani tradisional di Jawa. Namun, selain bagi petani,  sistem penanggalan ini juga dipakai sebagai pedoman perantau, pedagang,  nelayan, bahkan untuk berperang dan menjalankan pemerintahan.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat  menjadikan pranata mangsa sebagai panduan untuk menyikapi keadaan iklim.  Sebagai contoh, jika orang mulai menanam palawija pada mangsa &lt;em&gt;kasa&lt;/em&gt;, maka pada mangsa &lt;em&gt;katelu&lt;/em&gt;,  saat kemarau dan paceklik memuncak, palawija dapat dipanen. Pranata  mangsa juga mengajarkan petani untuk tidak terburu-buru mengolah sawah  meski puncak kemarau pada mangsa &lt;em&gt;katelu &lt;/em&gt;telah lewat. Untuk menunggu saat tepat, yakni mangsa &lt;em&gt;kanem,&lt;/em&gt; mereka menanam padi gogo terlebih dulu.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Salah satu hal yang membuat sistem  pranata mangsa kian tak populer adalah anggapan bahwa sistem penanggalan  ini berlandaskan mistisisme. Memang benar bahwa filosofi pranata mangsa  kental dengan nuansa spiritualitas khas Jawa. Pranata mangsa dilandasi  pandangan bahwa alam bukanlah lawan yang harus ditaklukkan tapi teman  yang memberi berkah dan mesti dicintai. Etika ini bertujuan untuk  menginternalisasi perilaku yang juga diyakini masyarakat modern, yakni  mengajarkan petani untuk merancang kehidupan ekonomi dengan cara  berhemat.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Perhitungan pembagian mangsa dalam  pranata mangsa sendiri sebetulnya bersumber dari pengamatan pergantian  iklim yang bersifat observatif. Artinya, bersifat rasional juga. Hal ini  dapat dilihat dari contoh-contoh kongkret dan detail dalam  menggambarkan watak tiap-tiap mangsa. Dalam mangsa &lt;em&gt;kasa&lt;/em&gt;, misalnya, digambarkan bahwa iklimnya kering, daun-daun berguguran, belalang mulai membuat liang dan bertelur.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Hal lain yang termasuk dalam wahana  pranata mangsa adalah pengetahuan jenis-jenis hama yang menyerang  tanaman, berikut karakter, periode kemunculannya, serta ciri-ciri  tanaman yang terserang. Hama ganjur, misalnya, digambarkan serupa nyamuk  namun tak kuat terbang, sehingga penyebarannya terbatas. Hama jenis ini  menyerang padi yang penanamannya terlambat. Ganjur meletakkan telur  pada kelopak daun padi, kemudian menetaskan larva yang masuk ke batang  padi. Serangan ini akan membunuh padi karena proses fotosintesisnya  terganggu.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Sebagaimana &lt;em&gt;Seri Lawasan&lt;/em&gt; lainnya, buku &lt;em&gt;Pranata Mangsa &lt;/em&gt;ini  dilengkapi beberapa cerita pendek dan cerita rakyat dari beberapa  daerah yang terkait dengan tetumbuhan, terutama padi. Selain itu, buku  ini memuat jenis-jenis hama padi dan peralatan pertanian tradisional.  Buku dibuka dengan syair “Sri, Isenana Ajangku” karya Sindhunata yang  dibuat berdasarkan lagu “Sri Minggat” ciptaan Sonny Josz. Syair itu  mewakili jeritan hati Mashadi dan para petani lain yang tergerus  perubahan iklim: &lt;em&gt;jagad kaya ketiban sukerta / merga tumindak srakahing manungsa /&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;  &lt;/span&gt;sindhung riwut udan salah mangsa / pari-pari mati dipangan ama Kala Genja / Sri, kapan kowe bali&lt;/em&gt;. [&lt;strong&gt;AHMAD MAKKI/KONTRIBUTOR&lt;/strong&gt;]&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.majalah-historia.com/berita-536-tradisi-pengetahuan-yang-digerus-zaman.html"&gt;http://www.majalah-historia.com/berita-536-tradisi-pengetahuan-yang-digerus-zaman.html&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/17928799169</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/17928799169</guid><pubDate>Sun, 19 Feb 2012 23:31:25 -0500</pubDate></item><item><title>"Hakim : jadi anda pernah bb an dengan rosa….?
angie : tidaak…..
Hakim :..."</title><description>“Hakim : jadi anda pernah bb an dengan rosa….?&lt;br/&gt;
angie : tidaak…..&lt;br/&gt;
Hakim : telepon …?&lt;br/&gt;
angie : tidaak&lt;br/&gt;
Hakim :kenapa bisa begituu…?&lt;br/&gt;
angie :aku ngak punyaa pulsaaaaaa…..”</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/17699877368</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/17699877368</guid><pubDate>Thu, 16 Feb 2012 00:26:02 -0500</pubDate></item><item><title>Habib Rizieq: Sebuah Wawancara, Sebuah Kesimpulan</title><description>&lt;a href="http://goo.gl/5o4Cf"&gt;Habib Rizieq: Sebuah Wawancara, Sebuah Kesimpulan&lt;/a&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/17673021691</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/17673021691</guid><pubDate>Wed, 15 Feb 2012 16:39:29 -0500</pubDate></item><item><title>The Story of Porno</title><description>&lt;p&gt;&lt;a class="tumblr_blog" href="http://lareviewofbooks.org/post/17606391391/the-story-of-porno"&gt;lareviewofbooks&lt;/a&gt;:&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;

&lt;strong&gt;MICHAELANGELO MATOS&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;on two dirty books.&lt;/strong&gt; &lt;br/&gt;&lt;img src="http://media.tumblr.com/tumblr_lzd9ektPDZ1qhwx0o.jpg"/&gt;&lt;div class="photoCaption"&gt;Collage made from photographs found in Taschen’s &lt;em&gt;Big Book of Pussy&lt;/em&gt;&lt;br/&gt; Happy Valentine’s Day&lt;/div&gt;
&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;Mike Edison&lt;br/&gt;&lt;em&gt;Dirty! Dirty! Dirty! Of Playboys, Pigs, and Penthouse Paupers: An American Tale of Sex and Wonder&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt; Soft Skull Press, November 2011. 320 pp.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;Dian Hanson, ed.&lt;br/&gt;&lt;em&gt;The Big Book of Pussy&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt; Taschen, November 2011. 372 pp.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Introducing “The Epiphany,” one of the “Etc.” pieces in Jonathan Lethem’s &lt;em&gt;The Ecstasy of Influence: Nonfictions, Etc.&lt;/em&gt;, Lethem explains that selling the piece to &lt;em&gt;Playboy&lt;/em&gt; amounted to “a secret victory, since I’d had several stories rejected on the basis that ‘Hef has a policy against any mention of masturbation.’ I suppose they figured he wouldn’t know what &lt;em&gt;le petit mort&lt;/em&gt; meant.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; Le Petit Mort was the name of Lethem’s villain, and of Hefner’s silent business partner. “Hef told me he thought everyone who masturbated was deeply ashamed of masturbating, and so it was &lt;em&gt;Playboy&lt;/em&gt;’s job to keep it ‘our little secret,’” Dian Hanson tells Mike Edison in the latter’s new newsstand-porn chronicle, &lt;em&gt;Dirty! Dirty! Dirty! Of Playboys, Pigs, and Penthouse Paupers: An American Tale of Sex and Wonder&lt;/em&gt;. Hanson, the former editor of &lt;em&gt;Leg Show&lt;/em&gt; and Taschen’s “sexy books editor,” with &lt;em&gt;The Big Book of Breasts&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;The Big Butt Book&lt;/em&gt;, and the new &lt;em&gt;Big Book of Pussy&lt;/em&gt; among her titles, took a different tack:
&lt;blockquote&gt;What they didn’t realize is that a lot of their readers felt guilty &lt;em&gt;because they really thought that no one else was masturbating to the pictures&lt;/em&gt;, that they were the only ones, that it was shameful … One of the first things I did with &lt;em&gt;Leg Show&lt;/em&gt; was to acknowledge that it was for the purposes of masturbation, and that we were happy with that. It was a big part of the attitude. We said that what really turns us on is, &lt;em&gt;Look at us and masturbate&lt;/em&gt;.&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://lareviewofbooks.org/post/17606391391/the-story-of-porno"&gt;Read More&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/17644501144</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/17644501144</guid><pubDate>Tue, 14 Feb 2012 23:50:25 -0500</pubDate></item><item><title>Kopi yang Mengubah Eropa: Revolusi bermula di kedai-kedai kopi</title><description>&lt;p&gt;SEJAK Baba Budan, seorang jamaah haji asal Mysore, India, menyelundupkan tujuh biji bibit kopi dari Jazirah Arab ke kampungnya di India pada abad ke-15, penyebaran kopi ke seluruh dunia tinggal menunggu waktu. Benua biru, Eropa, menjadi wilayah selanjutnya yang diinvasi bebijian pahit ini. Namun, hingga abad ke-17, pengetahuan “orang-orang Barat’ perihal kopi boleh dibilang minim. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kronik sekira tahun 1600, yang berisi sekelompok pemuka gereja mendatangi Paus Clement VIII untuk memintanya memfatwa haram kopi, menggambarkan betapa asingnya mereka terhadap kopi. Catatan Sir George Sandys, penyair asal Inggris, pada 1610 masih menunjukkan hal yang sama. Dia menulis, orang-orang Turki bisa ngobrol hampir sepanjang hari sambil menyeruput minuman yang digambarkan sebagai “sehitam jelaga, dan rasanya tak biasa”. Sandys juga mengatakan bahwa minuman ini, “sebagaimana mereka (orang-orang Turki) bilang, membuat plong pencernaan dan menyegarkan tubuh.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Baru pada 1615 orang-orang Eropa secara formal berkenalan dengan kopi. Saat itu para pedagang dari Venezia, Italia, membawa pulang kopi dari daerah Levant, yang kini dikenal sebagai area Timur Tengah, meliputi Israel, Yordania, Libanon, dan Syiria. Setahun kemudian, sebagaimana ditulis pemilik situs gallacoffee.co.uk, James Grierson, dalam  artikel “History of Coffee: Part III - Colonisation of Coffee”, giliran orang Belanda yang membawa kopi dari daerah Adan, Yaman, lalu membudidayakannya, dari Ceylon (sekarang Sri Lanka) hingga ke Nusantara. Belanda akhirnya memetik hasil. Mereka memonopoli industri kopi dunia, bahkan bisa menentukan harga. Puncaknya, pada 1700-an, kopi produksi Jawa bersaing dengan kopi asal Mocha,Yaman, sebagai produk kopi paling populer di dunia.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Awalnya orang-orang Eropa memperlakukan kopi sebagai bahan medis yang memberikan efek positif buat tubuh. Harganya mahal. Umumnya dikonsumsi masyarakat kelas atas. Pada 1650-an, ketika penjaja minuman lemon di Italia mengikutsertakan kopi sebagai barang jualannya, sementara kedai-kedai kopi di Inggris bermunculan, minuman ini mulai menemukan dimensi sosialnya; dikonsumsi sembari berbincang-bincang.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saat kopi mulai menyebar ke negara-negara besar Eropa, cerita lama berulang kembali. Muncul pihak-pihak yang menentangnya. Menurut Linda Civitello dalam Cuisine and Culture: A History of Food and People, pada 1679, dokter-dokter dari Prancis membuat catatan buruk tentang kopi. Dikatakannya, “&amp;#8230;dengan penuh kengerian bahwa kopi membuat orang tak lagi doyan wine.” Serangan ini disusul oleh seorang dokter muda yang menganggap kopi bisa mengakibatkan keletihan, menimbulkan hal-hal buruk pada otak manusia, menggerogoti fungsi tubuh, serta biang keladi impotensi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pihak yang membela pun segera bersuara. Seorang dokter, juga asal Prancis, Philippe Sylvestre Dufour, menerbitkan buku yang menilai positif minuman eksotik ini. Lalu pada 1696, seorang dokter Prancis juga mengatakan kopi baik untuk tubuh dan menyegarkan kulit. Namun, sebagaimana akan kita lihat nanti, oposisi terhadap kopi tak berhenti sampai di sini.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ketika mulai menemukan dimensi sosialnya, kopi tak lagi sekadar minuman yang rutin dikonsumsi, tapi juga terlibat dalam banyak perubahan sosial-politik di Eropa. Linda Civitello mengatakan, untuk kali pertama orang (Eropa) memiliki alasan untuk berkumpul di ruang publik tanpa melibatkan alkohol. Kegiatan ini pun berkembang menjadi rutinitas sosial yang bersifat politis. Sebagaimana ditulis situs The Economist pada 7 Juli 2011, “Back to the coffee house”, pada era tersebut konsep media massa belum lagi dikenal. Berita tersebar dari mulut-ke mulut di kedai-kedai kopi, melalui proses dialogis. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Para penguasa yang deg-degan, karena khawatir hal-hal politik dibincangkan orang di kedai-kedai kopi, mulai ambil kuda-kuda. Kekhawatiran itu tak berlebihan. Sejarawan Prancis, Michelet, dikutip Mark Pendergrast dalam Uncommon Grounds: The History of Coffee and How it Transformed Our World, menggambarkan penemuan kopi sebagai revolusi yang menguntungkan dan mampu memunculkan kebiasaan-kebiasaan baru, bahkan memodifikasi temperamen manusia. Ide-ide yang beredar dalam diskusi di kedai-kedai kopi pada akhirnya terakumulasi dalam peristiwa Revolusi Prancis.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Di Jerman, popularitas kopi mengganggu penguasanya, Frederick the Great. Pada 1777, dia mengeluarkan manifesto yang mendukung minuman tradisional Jerman, bir: “Menjijikkan melihat meningkatnya kuantitas kopi yang dikonsumsi rakyatku, dan implikasinya, jumlah uang yang keluar dari negara kita. Rakyatku harus minum bir. Sejak nenek moyang, kemuliaan kita dibesarkan oleh bir.” Hal serupa sempat terjadi di Prancis ketika kopi mulai menyaingi wine. Sementara di Inggris, King George II memusuhi kopi lantaran orang-orang yang berkumpul di kedai-kedai kopi kerap mengolok-olok dirinya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Namun tak ada perlawanan paling keras terhadap eksistensi kedai kopi di London ketimbang Women’s Petition tahun 1674, yang memrotes terbuangnya waktu para lelaki di kedai kopi, serta tak memungkinkannya perempuan berkunjung ke kedai kopi, sebagaimana di Prancis. Lalu, pada 29 Desember 1675 Raja Inggris Charles II mengeluarkan pernyataan tentang Pelarangan Kedai Kopi, dengan alasan membuat orang mengabaikan tanggungjawab sosial serta mengganggu stabilitas kerajaan. Suara-suara protes pun bermunculan di London. Klimaksnya, dua hari sebelum aturan itu berlaku, raja mengundurkan diri. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Di bagian lain Eropa, yakni Wina, Austria, perkenalan negeri ini dengan kopi seperti mengulang kisah klasik yang pernah terjadi di tempat lain. Juli 1683, pasukan Turki yang dipukul mundur meninggalkan beragam barang, termasuk lima ratus karung besar berisi kacang aneh, yang dianggap para tentara sebagai makanan unta. Karena ternyata unta-unta tak doyan, mereka lemparkan ratusan karung tersebut ke api. Kolschitzky, seorang tentara yang pernah tinggal di Jazira Arab, terbangun oleh aroma kopi terbakar tersebut. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;“Demi Maria Yang Suci!” teriak Kolschitzky. “Yang kalian bakar itu kopi! Kalau kalian tak tahu gunanya, berikan padaku.” Makan dengan bekal tersebut ia membuka kedai kopi yang termasuk generasi awal di Wina. Beberapa dekade kemudian, kopi mewarnai kehidupan intelektual di kota tersebut. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Namun gambaran kedai kopi tak melulu didominasi catatan positif. Begitu terbukanya tempat-tempat seperti ini membuat orang dari berbagai latar belakang kelas sosial dan karakter, bertemu bersamaan. Karenanya, seperti digambarkan sebuah catatatan yang dikutip Mark Pendergrast, di kedai kopi orang membaca, mengobrol; lalu-lalang orang, para perokok, dan beragam aroma bercampur jadi satu, tak ubahnya kabin tongkang.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Negara-negara lain di Eropa mulai mengenal kopi sekitar periode yang sama. Sementara negara-negara Skandinavia, yang paling buncit berkenalan dengan kopi, sebagaimana data tahun 2002 yang tertera di nationmaster.com, kini malah menjadi wilayah yang konsumsi kopi perkapitanya tertinggi di dunia. [AHMAD MAKKI/KONTRIBUTOR]&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://majalah-historia.com/berita-527-kopi-yang-mengubah-eropa.html"&gt;http://majalah-historia.com/berita-527-kopi-yang-mengubah-eropa.html&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/17596951320</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/17596951320</guid><pubDate>Tue, 14 Feb 2012 01:03:13 -0500</pubDate></item><item><title>baru baca ini entah kita setuju atau tidak : Six types of Linux users you wouldn't like to deal with...</title><description>&lt;a href="http://linuxmigrante.blogspot.com/2010/06/six-types-of-linux-users-you-wouldnt.html"&gt;baru baca ini entah kita setuju atau tidak : Six types of Linux users you wouldn't like to deal with...&lt;/a&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/17587015130</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/17587015130</guid><pubDate>Mon, 13 Feb 2012 21:37:04 -0500</pubDate></item><item><title>hail to rolo tomassi!</title><description>&lt;img src="http://25.media.tumblr.com/tumblr_lz8nn7KCEz1qdq6ito1_500.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;hail to rolo tomassi!&lt;/p&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/17586050604</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/17586050604</guid><pubDate>Mon, 13 Feb 2012 21:21:26 -0500</pubDate></item><item><title>"The great thieves lead away the little thief."</title><description>“The great thieves lead away the little thief.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; - &lt;em&gt;Diogenes&lt;/em&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/17585634771</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/17585634771</guid><pubDate>Mon, 13 Feb 2012 21:14:48 -0500</pubDate></item><item><title>Salad and coffee….</title><description>&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/tumblr_lz7pjw7X9K1r6ika1o1_400.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;Salad and coffee….&lt;/p&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/17410178717</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/17410178717</guid><pubDate>Fri, 10 Feb 2012 23:52:44 -0500</pubDate></item><item><title>Oppositional Thinking</title><description>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lareviewofbooks.org/post/17318998371/oppositional-thinking" class="tumblr_blog"&gt;lareviewofbooks&lt;/a&gt;:&lt;/p&gt;

&lt;blockquote&gt;

&lt;center&gt;
&lt;b&gt;GARY LACHMAN&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
on reconciling the two hemispheres of the brain.&lt;/b&gt; &lt;/center&gt;
&lt;br/&gt;&lt;img src="http://media.tumblr.com/tumblr_lyymbztX6G1qhwx0o.jpg"/&gt;&lt;b&gt;Iain McGilchrist&lt;br/&gt;&lt;i&gt;The Master and His Emissary: The Divided Brain and the Making of the Western World&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;
Yale University Press, November 2010. 544 pp.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

For millennia it’s been known that the human brain is divided into two hemispheres, the left and the right, yet exactly &lt;i&gt;why&lt;/i&gt; has never been clear. What purpose this division served once seemed so obscure that the idea that one hemisphere was a “spare,” in case something went wrong with the other, was taken quite seriously. Yet the idea that the brain’s hemispheres, though linked, worked independently has a long history. As early as the third century B.C., Greek physicians speculated that the brain’s right hemisphere was geared toward “perception,” while the left was specialized in “understanding,” a rough and ready characterization that carries into our own time. In the 1970s and 1980s, the “split brain” became a hot topic in neuroscience, and soon popular wisdom produced a flood of books explaining how the left brain was a “scientist” and the right an “artist.” &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Much insight into human psychology can be gleaned from these popular accounts, but “hard” science soon recognized that this simple dichotomy could not accommodate the wealth of data that ongoing research into hemispheric function produced. And as no “real” scientist wants to be associated with popular misconceptions — for fear of peer disapproval — the fact that ongoing research revealed no appreciable &lt;i&gt;functional&lt;/i&gt; differences between the hemispheres — they both seemed to “do” the same things, after all — made it justifiable for neuroscientists to put the split-brain question on the back burner, where it has pretty much stayed. Until now.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

One popular myth about the divided brain that remained part of mainstream neuroscience was the perception of the left brain as “dominant” and the right as “minor,” a kind of helpful but not terribly important sidekick that tags along as the boss deals with the serious business. In his fascinating, groundbreaking, relentlessly researched, and eloquently written work, Iain McGilchrist, a consultant psychiatrist as well as professor of English — one wants to say a “scientist” as well as an “artist” — challenges this misconception. The difference between the hemispheres, McGilchrist argues, is not in &lt;i&gt;what&lt;/i&gt; they do, but in &lt;i&gt;how&lt;/i&gt; they do it. And it’s a difference that makes all the difference. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://lareviewofbooks.org/post/17318998371/oppositional-thinking"&gt;Read More&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/17355094617</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/17355094617</guid><pubDate>Thu, 09 Feb 2012 22:30:34 -0500</pubDate></item><item><title>Emptied office….</title><description>&lt;img src="http://24.media.tumblr.com/tumblr_lz42ljZmL31r6ika1o1_400.jpg"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;p&gt;Emptied office….&lt;/p&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/17307935531</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/17307935531</guid><pubDate>Thu, 09 Feb 2012 00:44:07 -0500</pubDate></item><item><title>"Lemes setelah bayar spp"</title><description>“Lemes setelah bayar spp”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt; - &lt;em&gt;Tantok&lt;/em&gt;</description><link>http://tantok92.tumblr.com/post/17297461930</link><guid>http://tantok92.tumblr.com/post/17297461930</guid><pubDate>Wed, 08 Feb 2012 21:20:07 -0500</pubDate></item></channel></rss>
